jump to navigation

Aplikasi Akpem pada Kementerian BUMN September 17, 2008

Posted by dinconomy in Akpem.
add a comment

Beberapa waktu lalu (16/7), Menteri Negara BUMN mendapat penghargaan dari Pemerintah RI atas keberhasilan Kementerian Negara BUMN dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2007 dengan capaian standar tertinggi dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintahan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pembukaan Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di hotel The Sultan Jakarta. Kementerian Negara BUMN merupakan salah satu instansi pemerintah yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan Tahun 2007. Beberapa instansi lain yang mendapat penghargaan antara lain BPK, Badan Intelijen Negara, Dewan Ketahanan Nasional, Mahkamah Konstitusi, PPATK, Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Perumahan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Komisi Yudisial. Hal ini menunjukkan bahwa daftar intansi yang mendapat opini WTP bertambah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, meskipun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) secara keseluruhan masih disclaimer.

Pelaporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi. Akuntansi merupakan bentuk akuntabilitas dan transparansi dari setiap organisasi termasuk pemerintah. Tradisi akuntansi di lingkungan Pemerintah RI baru dimulai setelah memperoleh landasan hukum, yakni berlakunya UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan, dan UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Penyelenggaraan akuntansi di suatu instansi pemerintah dapat mencerminkan kualitas laporan keuangan instansi tersebut.

Penyusunan laporan keuangan adalah suatu bentuk kebutuhan transparansi yang merupakan syarat pendukung adanya akuntabilitas yang berupa keterbukaan pemerintah atas aktivitas pengelolaan sumber daya publik. Pada saat ini, Pemerintah sudah mempunyai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan (PP No. 24 Tahun 2005). Sesuai SAP, komponen laporan keuangan terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. (lagi…)

Tips Berbisnis Busana Muslim September 17, 2008

Posted by dinconomy in Tips Usaha.
add a comment

Busana Muslim, selain menjadi pakaian yang sesuai dengan tuntunan agama, namun seiring perkembangan jaman, kini mulai menjadi tren. Mulai dari jilbab, mukena, koko, hingga busana muslimah kini mulai banyak diminati masyarakat. Lantas bagaimana tips usaha berbisnis busana muslim? Berikut tips-tips yang saya ambil dari http://iguidepost.blogspot.com

1. MULAI, MULAI & MULAI.
Bisnis jangan hanya jadi gagasan berjualan busana wanita. Beranilah memulai. Tanpa dimulai, ide bisnis sehebat apapun tidak akan ada gunanya. Bisnis besar umumnya diawali dari bisnis yang kecil.
2. FOKUS PADA BISNISNYA DAN BUKAN AKSESORISNYA.
Aktifitas bisnis difokuskan bagaimana proses penjualannya terus berlangsung dengan perputaran bisnis lebih cepat daripada fokus pada aksesoris pakaian wanita yang kurang penting.
3. JANGAN TERJEBAK ASET TETAP.
Jika ada modal, jangan dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting. Usahakan modal digunakan untuk memperbesar modal bisnis dengan desain baju dan model baju / model pakaian terbaru.
4. GUNAKAN EFEK TORNADO.
Modal bisnis digunakan untuk memutar bisnis busana muslim atau baju muslim. Laba bisnis digunakan untuk memperbesar modal usaha pakaian muslim sehingga terjadi percepatan pertumbuhan usaha baju muslimah atau busana muslimah. Demikian seterusnya sehingga modal usaha akan berlipat dalam waktu singkat.
5. JANGAN BERASUMSI, TEMUKAN FAKTANYA.
Jangan berasumsi bisnis menjual baju wanita itu susah, marketing pakaian muslimah itu susah dan lainnya. Laksanakan dan temukan faktanya sehingga kita dapat informasi yang benar dari lapangan.
6. ATURLAH CASH FLOW DENGAN BAIK.
Bisnis adalah cash flow, sehingga atur jangan sampai kehabisan modal. Cepat lakukan penjualan dan rajin-rajinlah menagih uang jika ada tunggakan dipelanggan. Usahakan transaksi dapat dilakukan cash agar tidak kesulitan modal yang dapat menghentikan perutaran bisnis.
7. KATAHUAI KEBUTUHAN DAN KEINGINAN PELANGGAN.
Selau check kebutuhan, keinginan dan permintaan pelanggan. Sediakan kebutuhannya, jangan melawan pasar, jangan menjual sesuatu yang kurang dibutuhkan pelanggan.
8. AKTIFLAH MEMASARKAN PRODUK.
Produk yang hebat tanpa dipasarkan tidak akan ada hasilnya. Mulailah memasarkan kepada siapapun dan kenalkan produk mulai dari lingkungan terdekat, keluarga, arisan, pengajian, pameran serta event-event lainnya. Pemasaran memegang kunci keberhasilan dalam memperoleh keuntungan.
9. PILIHLAH HARGA YANG BAGUS.
Harga bagus bukan harga yang mahal, karena jika harga mahal maka barang tidak akan laku. Harga bagus bukan harga yang murah, karena dengan harga murah banya terjual dan keuntungan sangat tipis. Harga bagus adalah harga dimana kita untung dan produk laku keras. Caranya, rajin-rajinlah survei ke pesaing. Dengan demikian kita akan tahu harga yang paling pas agar produk kita dapat berkompetisi.