jump to navigation

Perlunya Analisis dan Kerja Nyata Mei 23, 2007

Posted by dinconomy in Makro.
trackback

INDONESIA, yah sebuah negara dengan seabgreg Sumber Daya Alam yang melimpah. Namun, sampai saat ini masih tergolong sebagai negara berkembang yang miskin. Sulit membayangkan bagaimana negeri dengan penduduk terbesar keempat di dunia ini bisa setara dengan negara maju lainnya. Era perdagangan bebas dunia sudah berada di depan mata, seolah hanya menjadi momok bagi Indonesia dan menjadikan negara asing sebagai raja di negeri sendiri. Jika kita tidak segera berbenah, boleh jadi kita, bangsa Indonesia, akan menjadi tamu di negeri kita sendiri. Krisis yang melanda negeri kepulauan terbesar di dunia ini harus dihentikan.

Dengan melimpahnya SDA-nya, para punggawa negeri ini hanya mengagung2kan saja “Ini loh negara Indonesia, negeri dengan sejuta kekayaan alam yang melimpah,” Siapa saja boleh mengeksplorasi, dan ironisnya semua yang datang dan berminat adalah pihak asing. Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya bangsa sendirilah yang paling berhak mengelolanya. KITA, bukan orang lain.Pernah saya mendengar cerita dari teman saya yang bertugas mengaudit sebuah perusahaan pertambangan asing di pulau Kalimantan. Dia bercerita bahwa perusahaan tersebut menggali dan menambanga tembaga. Meskipun namanya tambang tembaga, bukan tembaga yang digeruk oleh mesin penggaruk raksasa milik perusahaan itu menggenjot, tetapi EMAS. Bukan main mirisnya temen saya itu, hingga dia tak sanggup untuk menahan air matanya. Ya, sedih memang negeri ini terus2an dibohongi oleh tikus2 asing yang sangat rakus dan tidak mengenal kemanusiaan. Asal dia bisa kaya, buat apa mikir nasib orang lain. Dan ironisnya, orang lain itu adalah KITA, bangsa Indonesia.

Jika kita kemudian ditanya, apa kita tidak punya SDM yang mumpuni untuk mengatasi semua masalah ini? Maka jawabnya adalah PUNYA. Banyak orang pintar di negeri ini. Namun, kita tidak bisa memungkiri bahwa mereka hanya mau menjadi antek tikus asing. Tidak bisa berinovasi sendiri. Kita boleh bangga dengan medali emas olimpiade fisika, kimia, atau sains lainnya. Siswa2 SMA tersebut patut kita banggakan. Namun, apakah setelah lulus, mereka mau kuliah dan kerja di Indonesia? TIDAK.

Mereka lebih memilih Nanyang Technology School di Singapura atau Perguruan Tinggi di Luar Negeri (PT-LN) lainnya. Dan yang lebih tragis lagi, setelah lulus dari PT-LN mereka tidak mau bekerja di INDONESIA, karena negara kita tidak bisa menjanjikan apa2 kepada mereka yang pintar.

Oleh karenanya, tidak ada yang salah dengan pendidikan di negeri kita ini. Yang pasti, harus ada reward khusus kepada mereka yang pintar. Jangan biarkan pihak asing terus menggerogoti kekayaan alam kita. Dan jangan biarkan pula SDM2 unggul kita dimanfaatkan oleh negara asing. Boleh dikatakan, SDA dan SDM kita sekarang telah dikuasai negara asing. Hendaknya, pemerintah sadar akan hal ini. Buat kebijakan baru yang pro dalam negeri. Setelah itu, baru kita realisasikan dengan KERJA NYATA, bukan hanya rencana2 yang muluk2 saja, angan2, apalagi hanya sebuah KLANGENAN.

Komentar»

1. dinconomy - Juni 21, 2007

Yah, memang SDM menjadi sumber dari segala sumber.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: