jump to navigation

Competitive Advantage Juli 12, 2007

Posted by dinconomy in Tips Usaha.
trackback

Menurut Turban, Competitive Advantage adalah an advantage over competitors in some measure such as cost, quality, or speed.

Untuk mendirikan sebuah usaha bisnis, tentunya harus ada suatu keberanian untuk menanggung risiko. Risiko ini ada yang alami (tidak bisa dimanage) ada juga yang bisa diminimalisasi. Risiko ini bisa berasal dari dalam dan dari luar perusahaan. Risiko dari dalam, misalnya: tingkat profesionalitas SDM, kondisi keuangan, kualitas dan keunikan produk, dsb. Sedangkan risiko dari luar yang paling utama adalah persaingan.

Dapat kita lihat persaingan di dunia usaha ini sangat marak. Jika kita berjalan-jalan di pasar tradisional saja, betapa banyaknya kita jumpai penjual daging dalam satu blok. Dan itu juga akan terlihat pada produk-produk yang lain.

Nah, untuk bisa terus bersaing atau meminimalisasi risiko, perusahaan harus mempunyai strategi khusus. Strategi ini dapat diterapkan dengan menciptakan nilai khusus (creating value) pada perusahaan Anda.

Analisis penciptaan nilai ini, akan lebih mudah jika kita memakai persamaan sebagai berikut:

CV = (B – P) - (P - C)

CV = Creating Value
B = Benefit
P = Price
C = Cost
B – P = Consument Surplus
P-C= Seller/Pabrikan Surplus

Rumus di atas bukan rumus matematika yang rumit, melainkan peraga untuk
memudahkan analisis adanya competitive advantage. Jika terjadi penurunan harga (P) di pasar, maka (B – P) akan lebih besar dari pada (P – C). Jadi, penurunan harga akan menambah surplus pada konsumen. Dalam hal ini, konsumen berada pada posisi yang diuntungkan. Misal; pada perang tarif operator GSM/CDMA, masing- masing mengeluarkan inovasi-inovasi baru untuk menurunkan harga produknya agar bisa menarik lebih banyak lagi pelanggan. Tentunya dengan semakin murahnya harga, konsumen sangat diuntungkan.

Jika terjadi kenaikan harga pasar (P), maka yang akan terjadi pada persamaan di atas adalah P pada masing-masing bagian akan bertambah, sehingga persamaan menjadi B – C . Apa artinya?Untuk menjadi unggul dalam persaingan maka produsen/penjual harus melakukan penekanan biaya (C) atau menambah Benefit yang bias didapat konsumen, agar nilai B – C tersebut semakin besar, dan tentunya akan membawa perusahaan anda mampu bersaing di pasar.

Strategi yang bisa dilakukan antara lain:
1. Low Cost Leadership
Penekanan biaya agar seminimal mungkin bukan berarti mengabaikan elemen2
tertentu yang penting pada produk anda.
Anda harus berprinsip pada biaya yang rendah bukan berarti kualitasnya juga rendah.
2. Rapid Responsiveness
Kecepatan di sini bukan hanya kecepatan melakukan produksi, atau melayani
pelanggan, tapi cepat juga dalam merespon inovasi2 yang dilakukan pesaing.
3. Product Differentiation
Agar laku di pasaran, produk yang anda ciptakan/jual harus unik, mempunyai nilai lebih dari produk lain.

Sebenarnya masih banyak lagi strategi yang dapat diterapkan antara lain: niche strategy ( merebut pasar kecil dengan segala keunggulan biaya, kualitas, dan kecepatan); Growth strategy, Aliiance strategy, Innovation strategy, dan sebagainya.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: